PsikologiZone.com |
| Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak Posted: 10 Apr 2012 05:39 AM PDT Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi
Tentang Dani Tri Astuti – Email Dani Tri Astuti
Pertanyaan: Assalamualaikum. Saya memiliki 4 anak, yang pertama laki usia 13th, perempuan usia 10th ke 3 laki2 usia 8th, ke 4 usia 2th. Saya ingin menanyakan masalah kesulitan belajar pada anak saya yang ke3, laki-laki usia 8 tahun kelas 2 SD. Tipikal anak yang mudah bergaul, baik, sopan, bahkan kalau saya bawa dia ke tempat baru dengan orang-orang yang baru dia cepat berbaur. Ada kebiasaan dia yaitu suka berhayal ngelamun atau mungkin juga sering bengong yang sepertinya dia tidak perhatian. Kesulitannya pada pelajarannya aduuuhh luar biasa, untuk pelajaran seperti matematika dia sangat enjoy, senang, dan cepat tapi untuk sosial atau pelajaran yang memerlukan nalar atau pengertian itu yang tidak bisa ditebak, kadang cepat tapi belakangan ini sering terlambat..lama sekali, mengerjakan 10 soal essai dari lembar kerja sekolah bisa 1 jam lebih. Saya sering menegur dia, saya memberlakukan peraturan punishment dan reward, jadi kalau dia melakukan sesuatu yang baik saya kasih reward tapi kalau dia melakukan sesuatu yang tidak baik/nakal yang terpaksa saya berikan punishment. Contoh punishment saya adalah dari membaca buku atau latihan soal sampai nonton televisi for a week. Untuk kakak-kakaknya hal ini bisa efektif, tapi untuk dia saya rasa kurang berhasil, belakangan saya sering mendapatkan dia berbohong dengan mengumpatkan hasil tes, dan sedikit menjauh misalnya pada makan malam dia memilih untuk makan lebih dulu. Kalau kita sedang berkumpul dia memilih ke kamarnya dan sibuk dengan hayalan dia. Gimana saya harus mengatasi hal ini ya? saya butuh saran, kasihan saya melihat ketidakpercayadiriannya. saya sudah coba beberapa trik tapi belum berhasil. Apa ini yang disebut dengan second child syndrome? Saya mohon saran dari anda. Terima Kasih (N , 35, Ibu Rumah Tangga) Jawaban: Dear ibu N, Setiap anak unik, jadi meskipun satu keluarga belum tentu kesemuanya memiliki minat yang sama, atau bahkan kemampuan yang sama, yang perlu ibu perhatikan adalah masalah utama anak bukan bagaimana cara supaya anak menjadi bisa sesuai dengan keinginan anda. Cari dulu akan permasalahnnya. Kelemahan anak anda, dapat disebabkan oleh kemampuannya dalam pemahaman atau menarik inti masalah masih rendah, hal ini juga disebabkan oleh rentang atensi, konsentrasi anak anda yang rendah. Artinya ia sering kali mendahulukan pemikirannya dan kurang mendengarkan pendapat orang lain. Kelemahan lainnya adalah dalam menganalisa dan menarik menjadi kesimpulan umum. Kelemahannya ini juga disebabkan oleh tingkat ketelitian yang kurang dan kurangnya kemampuan dalam mendengarkan pendapat orang lain, sehingga sering kali ia menyimpulkan sesuatu yang bukan inti dari permasalahan tersebut dengan kata lain ia menjadi terburu-buru sehingga salah tangkap. Ia akan hanya memfokuskan atensinya jika, ia menganggap pekerjaan tersebut menyenangkan dan menantang untuknya, dan sebaliknya ia akan mengacuhkan pekerjaan tersebut jika tidak membuatnya menarik, sehingga materi yang diserapkan kurang optimal. Analisa situasi social berkaitan juga dengan pemahaman dan penghayatan akan norma anak. Mengapa anak saat ini menjadi menjauh dan cenderung berbohong? Menurut anda, apa yang akan anda lakukan jika anda kurang memahami suatu masalah,anda merasa rendah diri atas kemampuan anda, kemudian anda di paksa untuk mengerti dan jika salah menjawab atau pun berperilaku kurang baik, maka anda akan dihukum. Tentunya cara yang paling mudah adalah menghindar.seperti Itu lah yang dilakukan oleh anak anda. So, solusinya yang harus dilakukan pertama kali adalah buatlah anak anda trust kepada anda sebagai ibu atau bahkan sebagai teman. Jalin hubungan anda lebih efektif, artinya bukan sekedar berkomunikasi dengan anak, tapi ada juga interaksi diantara ibu (orang tua) dan anak. Setelah anak merasa nyaman, maka anda bangunkan self esteem anak. Ingatkan kekuatan anak, dimana ia memiliki kelebihan kemampuan seperti matematika. Puji lah anak anda. Setelah nyaman, self esteem menjadi positif, mulai lah melatih anak anda untuk berdiskusi. Dengan cara berdiskusi maka pemahaman anak akan meningkat, daya analisa anak pun akan terbentuk dengan sendirinya. Anda sebagai ibu juga dapat menjadi barometer, atas kemampuan anak anda. Meningat anak anda berusia 8 tahun, maka berdiskusi sambil bermain, atau pun saat membaca buku, anda minta anak anda untuk menceritakan kembali, dan menanyai apa saja yang terjadi dalam kisah buku itu. Sesungguhnya banyak sekali cara, untuk mengatasi kelemahan anak anda. Namun yang harus saya ingatkan adalah temukan dahulu akan kesulitan anak, kemudian barulah memberikan treatment seperti memberikan reward atau punishment. Jangan membalik proses, anda memberikan treatment tanpa mengetahui akar masalahnya. Bisa saja akar masalah terjadi karena sesuatu di sekolah atau bahkan kejadian di rumah, maka dekatilah anak anda dengan hati. Apakah ini second child syndrome? Urutan kelahiran memang ada pengaruh kepada kepribadian anak, hanya yang dilakukan adalah membuat anak tetap optimal dan tetap produktif, berapa pun urutan kelahirannya di dalam keluarga. |
| You are subscribed to email updates from Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
