artikel asyik online

health beauty care

Rabu, 09 Mei 2012

PsikologiZone.com

PsikologiZone.com


Psikopat Memiliki Struktur Otak yang Berbeda

Posted: 09 May 2012 05:53 AM PDT

Psikopat Memiliki Struktur Otak yang Berbeda

Ilustrasi (stock.xchg)

Inggris, Psikologi Zone – Para ilmuwan menemukan bahwa otak psikopat yang divonis sebagai pelaku pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kekerasan terbukti memiliki struktur otak yang berbeda.

Pernyataan ini merupakan hasil sebuah studi dari para peneliti di King’s College London’s Institute of Psychiatry.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa psikopat memiliki sedikit lapisan tipis yang disebut dengan cerebral cortex atau grey matter yang berwarna abu-abu pada otak mereka. Lapisan otak ini merupakan pusat sarat yang dapat mengendalikan perhatian, ingatan, pertimbangan, persepsi, kesadaran dan bahasa.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh kantor berita Reuters, para peneliti mengatakan, area otak tersebut sangat penting bagi seseorang untuk memahami keinginan dan emosi orang lain.

Cara untuk mengetahui perbedaan ini, peneliti menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), sebuah alat pemindai otak yang dilakukan pada 44 laki-laki dewasa pelaku tindak kekerasan di Inggris.

Mereka juga didiagnosis memiliki gangguan kepribadian anti-sosial (Anti-Social Personality Disorders/ASPD). Terdapat 17 orang yang divonis melakukan tindak pemerkosa, pembunuhan dan penyiksaan memiliki diagnosis penyakit ASPD dan psikopat.

Nigel Blackwood, pemimpin dalam studi ini mengatakan, ada perbedaan pola tindak kejahatan yang dilakukan oleh ASPD dan psikopat dibanding orang biasa, tentu penanganan juga akan berbeda dan terpisah.

“Kami menggambarkan mereka yang bukan psikopat sebagai ‘kepala panas’ dan psikopat sebagai ‘hati dingin’,” jelas Blackwood.

Menurutnya, psikopat lebih awal untuk memulai penyerangan dengan daya jangkau lebih luas dan intens. Mereka memiliki respon yang kurang baik saat penyembuhan dibandingkan dengan kelompok “kepala panas”. (ant/mba)


Terapi Kognitif Efektif Atasi Masalah Psikologis

Posted: 09 May 2012 05:03 AM PDT

Galau Bisa Menyebabkan Gangguan Kejiwaan

Ilustrasi (stock.xchg)

Amerika Serikat, Psikologi Zone – Terapi kognitif banyak digunakan oleh psikolog dan penyedia layanan kesehatan mental lain untuk membantu pasien yang mengalami masalah psikologis. Jenis teknik yang digunakan akan tergantung pada rencana diagnosis, tingkat keparahan, dan jenis pengobatan.

“Salah satu teknik yang paling menonjol adalah terapi kognitif perilaku (cognitive behavior therapy),” kata Martin Manosevitz, Ph.D., psikolog klinis di Aspen, Amerika Serikat, Selasa (8/5).

Ia mengatakan, terapi kognitif telah digunakan pada pasien dengan ketergantungan, kecemasan, dan depresi. Banyak gangguan psikologis lainnya yang juga efektif menggunakan terapi kognitif ini.

“Prinsip utama dari terapi kognitif adalah fokus pada kemampuan pasien untuk mengembangkan cara berpikir melalui cognitive styles,” tambahnya.

Menurut psikolog yang membuka praktek di Aspen ini, tujuan utama dari terapi perilaku kognitif adalah mengajarkan pada pasien bagaimana menerapkan pola pikir dan perilaku yang tepat, sehingga dapat membantu mereka membuang pemikiran yang menyimpang dan perilaku tidak adaptif.

“Melalui pola pikir tersebut, pasien dapat mengurangi kecemasan dan menyebabkan perilaku lebih adaptif, dengan demikian perasaan akan lebih positif tentang diri mereka sendiri.” paparnya.

Terapi ini bisa membantu selain memberikan obat penenang pada pasien. “Obat tidak mengubah gaya kognitif dan lamanya pola pikir. Hanya dengan terapi kognitif dapat mendistorsi pola pikir yang kurang adaptif menjadi lebih adaptif,” tutup kolumnis di aspen daily news ini. (adn/mba)


 
Copyright 2010 dummy autoblog. All rights reserved.
© 2011 dummy autoblog | Powered by Blogger | Ping My Blog to : google - yahoo - bing - ask