PsikologiZone.com |
| Diskriminasi Peluang Kerja Kaum Difabel Masih Ada Posted: 08 Apr 2012 02:58 AM PDT Ilustrasi (kmp) Suharno, Ketua Tim Advokasi Difabel (TAD) Wonogiri mengatakan, tidak adanya Perda yang mengatur hal ini membuat banyak kaum difabel belum terlayani dengan maksimal. “Persoalan ketenagakerjaan bagi difabel Wonogiri belum diakomodasi maksimal karena belum ada Perda yang mengaturnya,” ungkapnya. Tidak bisa terus mengandalkan pihak pemerintah akan merespon, dalam waktu dekat ia akan membuka sebuah pelatihan kecakapan bagi kaum difabel. Ia berharap dengan adanya kursus ini, mereka mampu membuka usaha sendiri. Bukan hanya itu, sebuah koperasi akan didirikan untuk memberikan dukungan bagi mereka yang ingin membuka usaha. Di lain kesempatan, Sri Wiyoso, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri mengatakan, walaupun peraturan pemerintah pusat melalui Undang-Undang Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah ada, kesadaran para pengusaha masih minim untuk mematuhi peraturan tersebut. Dampaknya, kesempatan bagi kaum difabel menjadi minim atau bahkan tidak ada. Saat ini, Wonogiri tercatat sebanyak 1.972 anak berkebutuhan khusus dan 11.647 difabel. Jumlah kaum difabel yang berhasil bekerja di perusahaan hanya ada sembilan orang. Saat ini, enam difabel sudah bekerja di PT Deltomed, dua lainnya di toserba, dan satu lagi sudah pensiun dari PT Jamu Air Mancur. Menurut perundang-undangan yang ada, kesempatan kaum difabel bekerja diperusahaan adalah satu persen dari jumlah seluruh karyawan. “Dari seratus karyawan, satu di antaranya harus dari difabel,” jelasnya. (sm/mba) |
| Homofobia Bisa Juga Terjadi Pada Kaum Homoseksual Posted: 08 Apr 2012 01:27 AM PDT Ilustrasi (steadyhealth) Homofobia adalah berbagai sikap dan perasaan negatif terhadap homoseksual dan orang-orang yang diidentifikasi atau dianggap sebagai homoseksual. Definisi ini merujuk pada perilaku antipati, penghinaan, prasangka, kebencian, dan ketakutan irasional. Seseorang yang memiliki orientasi seksual penyuka sesama jenis dapat berbalik menolak karena ada faktor lingkungan yang antipati pada mereka dan kurangnya pengakuan ketertarikan dari sesama jenis. Hal ini terjadi pada beberapa orang terkenal dunia seperti Ted Haggard, seorang pengkhotbah yang menentang pernikahan sesama jenis tapi ia terkena kasus skandal seks sesama jenis pada 2006, dan Glenn Murphy Jr, mantan ketua muda Federasi Nasional Partai Republik yang menentang penikahan sesama jenis, dituduh melakukan penyerangan seksual pada seorang pria 22 tahun pada 2007. Hasil penelitian ini dapat membantu untuk menjelaskan dinamika pribadi seorang gay maupun lesbian di balik ancaman dan kebencian yang diarahkan pada mereka, sehingga mereka terpaksa berbalik ikut menolak. “Dalam banyak kasus, mereka akan mengalami peperangan dalam diri mereka dan memunculkan konflik internal,” kata Richard Ryan, peneliti dan profesor psikologi di University of Rochester yang membantu penelitian ini. Studi ini juga mengungkap peran pengasuhan orang tua dalam pembentukan rasa takut dan menekan perilaku homoseksual. “Dalam masyarakat mayoritas heteroseksual, mengenali diri sendiri bisa menjadi tantangan yang sulit bagi kaum homoseksual. Orang-orang ini berisiko kehilangan cinta dan penolakan dari orang tua mereka, sehingga banyak orang menolak atau menekan orientasi seks tersebut,” kata Weinstein, dosen di University of Essex yang juga menjadi peneliti dalam studi ini. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Rochester, University of Essex, Inggris, dan University of California di Santa Barbara, penelitian ini akan diterbitkan pada edisi April Journal of Personality and Social Psychology. (sd/mba) |
| You are subscribed to email updates from Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |