artikel asyik online

health beauty care

Jumat, 06 April 2012

PsikologiZone.com

PsikologiZone.com


Menikahi Wanita Lebih Tua Masih Dianggap Tidak Lazim

Posted: 06 Apr 2012 04:45 AM PDT

Menikahi Wanita Lebih Tua Masih Dianggap Tidak Lazim

Ilustrasi (myselfanand)

Bandung, Psikologi Zone – Pernikahan merupakan sebuah tali ikatan antara pria dan wanita, tentu menjadi keinginan semua pasangan untuk sampai pelaminan. Realitas pernikahan menjadi lebih rumit bila sudah menyinggung soal status, usia dan agama di kalangan masyarakat. Tidak heran banyak tudingan yang ditujukan pada mereka yang dianggap tabu atas pernikahan mereka.

Beberapa waktu lalu masyarakat banyak memperbincangkan pernikahan artis antara Ki Daus dan Dewi, dimana Ki Daus sudah berusia di atas 50 tahun dan istrinya kini menginjak 22 tahun. Pernikahan ini sudah berjalan selama satu tahun dan dikaruniai seorang putri berusia 2 bulan.

Nah, bagaimana bila mempelai wanita justru lebih tua dibandingkan dengan pria? Seiring perkembangan dan perubahan tren, pernikahan antara wanita yang lebih tua dibanding pria marak terjadi. Saat ini, usia bukan patokan seseorang untuk dewasa, pria muda tidak malu lagi menikahi wanita yang dari segi usia lebih tua.

Walaupun demikian, pernikahan seperti ini masih saja menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat. Bahkan ada beberapa yang menganggap hal ini adalah sebuah ketidaklaziman.

"Lazimnya di negara Indonesia, memiliki pasangan yang umurnya lebih tua memang pantas pada pria, namun jika wanitanya yang lebih tua atau janda, maka hal itu akan menjadi pergunjingan masyarakat banyak karena dianggap tidak lazim," jelas Fredrick Dermawan Purba, dosen muda di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Bandung, Senin (02/4).

Ia menambahkan, bagi sebagian pria, memiliki pasangan yang lebih dewasa adalah sebuah kenyamanan. Ada sifat mengayomi yang ditunjukkan seorang wanita. Sifat ini bisa menjadi faktor ketertarikan bagi seorang pria dan mengajaknya menuju pelaminan.

"Pada dasarnya, ada sosok mengayomi dalam jiwa wanita, mungkin itu yang menyebabkan pria menyukai wanita yang lebih tua," tutupnya. (okz/mba)

US: Banyak Remaja Putus Asa Punya Pacar Beda Ras

Posted: 05 Apr 2012 07:21 PM PDT

US: Banyak Remaja Putus Asa Punya Pacar Beda Ras

Ilustrasi (northstarnews)

Amerika Serikat, Psikologi Zone – Luke, seorang anak kelas tujuh ras kulit putih, yakin orang tuanya tidak akan mendukung bila ia berpacaran dengan seorang gadis ras Afrika-Amerika. “Saya berpikir orang tua saya tidak akan senang bila saya menikahi gadis kulit hitam,” katanya, menambahkan, “dan sebaliknya, belum tentu keluarga wanita itu juga menyetujui.”

Jimmy, siswa kelas tujuh ras Afrika-Amerika, menceritakan bahwa setelah ia memiliki pacar kulit putih, orang tuanya nampak menafsirkan sebagai penghinaan terhadap ras sendiri. “Mereka berkata, ‘Mengapa tidak dengan ras sendiri?”, ia menjawab, “itu karena aku hanya suka, tidak ada alasan tertentu.”

Kisah-kisah mereka menyorot adanya kesenjangan bukan antar ras, tetapi antara generasi. Kedua remaja tersebut ikut berpartisipasi dalam studi Anderson Cooper 360°. Ternyata banyak remaja yang melaporkan keputusasaan berpacaran antar-ras karena penolakan orang tua mereka, atau teman-teman mereka.

Peneliti dari studi AC360° adalah psikolog anak terkenal di Amerika Serikat, Dr Melanie Killen. Ia mengatakan, apa yang diucapkan oleh para orang tua anak kulit putih dan hitam merupakan bentuk kecemasan mengenai masa depan pernikahan antar-ras. Killen, yang juga bekerja sebagai konsultan berpendapat, pandangan orang tua dapat memiliki efek negatif pada persahabatan anak-anak mereka dan sikap rasial secara keseluruhan.

“Orang tua sering memberi tahu pada anak-anak mereka ketika kecil untuk berteman dengan semua orang, namun ketika anak telah remaja, mereka mulai takut saat anak mereka berteman dengan ras lain,” kata Killen.

Dia menambahkan bahwa ketakutan utama orangtua pada anak-anak mereka adalah pernikahan antar ras. Sementara pasangan antar-ras bisa menyebabkan sumber konflik bagi beberapa keluarga. Menurut laporan terbaru oleh Pew Research Center, pernikahan antar-ras meningkat di Amerika. Terdapat peningkatan 8,4% dari jumlah pernikahan antar-ras yang hanya 3,2% pada 1980 dan 2010.

Persepsi yang berbeda ditunjukkan oleh orangtua luke. Ayah Luke mengatakan, mungkin anaknya menangkap kesan yang berbeda atas percakapan kami dengan dia.

“Kita menyukai pacar mereka, namun bukan berarti kami tidak ingin mereka berpacaran dengan sesama ras. Kami tidak tahu apakah ia pernah berpikir tentang perbedaan budaya dan kami membicarakan dengan dirinya, tidak ada benar atau salah, baik atau buruk, hanya berbeda, ” kata Gary, Ayah Luke.

Lain orang tua, lain pandangan. Chantay, ibu Christal mengatakan ia mendukung akan-anaknya berpacaran antar ras, namun ia takut ada persepsi merendahkan diantara sesama ras.

“Saya membayangkan, bila anak saya membawa pulang gadis kulit putih, apa yang dikatakan oleh saudara perempuannya? Apakah kita tidak cukup baik untuk saudara hitam kita? Apa yang salah dengan kita? Apakah ia suka rambut lurus halus? Aaya dapat meluruskan juga,” kata Chistal. (cnn/mba)

 
Copyright 2010 dummy autoblog. All rights reserved.
© 2011 dummy autoblog | Powered by Blogger | Ping My Blog to : google - yahoo - bing - ask