PsikologiZone.com |
- Masalah Kesehatan Jiwa Wanita Arab Masih Tabu
- Remaja Amerika Stres Karna Tekanan Akademik
- Ibu Saya Mengalami Depresi Berat
| Masalah Kesehatan Jiwa Wanita Arab Masih Tabu Posted: 29 Mar 2012 01:46 AM PDT Dr Saliha Afridi Direktur Light House Arabia Para ahli akan datang dalam acara kongres Obs-Gyne pada 1-3 April di Dubai International Convention & Exhibition Centre. Agenda kongres adalah membahas masalah depresi di kalangan perempuan timur tengah yang masih dianggap tabu, termasuk sebab akibat dan pengobatan yang tepat bagi masalah kesehatan jiwa. Acara yang diadakan kedua kalinya ini bekerjasama dengan Arab Association of Obstetrics & Gynaecology Societies (AAOGS) dan dihadiri oleh 100 pembicara regional dan internasional dari seluruh dunia. Menurut Dr Saliha Afridi, Psikolog Klinis, masyarakat masih menganggap tabu untuk mencari tenaga profesional dalam mengatasi masalah kesehatan mental. “Dunia Arab dan Asia sangat tertutup dengan memainkan peran agama dalam menghadapi isu kesehatan mental. Beberapa orang menolak untuk membicarakan masalah keluarga dengan orang luar. Padahal banyak wanita disana kadang pergi ke dokter untuk melaporkan gejala psikosomatik, yang kemudian dirujuk ke ahli psikolog atau psikiater untuk penanganan gangguan kejiwaan,” kata Dr Afridi yang juga direktur The LightHouse Arabia, rilis APA (27/3). Kurangnya kesadaran adalah alasan utama mengapa wanita di dunia Arab tidak mencari bantuan yang tepat untuk gejala depresi. “Banyak wanita tidak menyadari bahwa depresi dapat terjadi dengan sendirinya dan membuat mereka jauh dari sistem perlindungan. Stres juga menjadi pemicu besar bagi wanita saat melakoni sistem gender yang tradisional. Padahal mereka menanggung tuntutan besar dari keluarga, pekerjaan dan sosial,” lanjut wanita yang menjadi pembicara di kongres Obs-Gyne nanti. Dr Afrindi juga mengatakan, obat anti-depresan hanya efektif digunakan dalam perawatan gangguan depresi berat. Anti-depresan tidak digunakan selama orang dapat belajar bagaimana menyembuhkan luka mereka, belajar rasional, belajar mencapai keseimbangan hidup dan belajar merubah makna hidup. Kongres rencananya akan diramaikan oleh 50 lebih perusahaan kesehatan dari 10 negara. Mereka akan menampilkan teknologi kesehatan dan inovasi di sektor medis. (apa/mba) |
| Remaja Amerika Stres Karna Tekanan Akademik Posted: 28 Mar 2012 09:46 PM PDT Trailer Film Race to Nowhere (youtube) Acara yang memutar film dokumenter berjudul Race to Nowhere tersebut, dihadiri oleh 50 orang tua dan guru wilayah setempat. Film dokumenter tersebut dirilis pada tahun 2009 yang menceritakan tekanan-tekanan siswa sekolah untuk berhasil dalam semua bidang, baik di sekolah maupun di rumah. “Masalah-masalah dalam kesehatan mental anak-anak kita semakin meningkat,” kata Spring Township orangtua Cindy Silverman dalam ruang acara. Ia mengatakan bahwa jumlah anak-anak yang mengunjungi tenaga ahli karena gejala depresi meningkat dua kali sejak 10 tahun terakhir. Silverman dan Cumru Township adalah orangtua Christina Argentati yang memutar film ini di Pennsylvania untuk memberikan inspirasi dan kesadaran atas isu yang banyak mempengaruhi anak-anak Amerika serikat. “Melalui tugas pekerjaan rumah, kurikulum ekstra dan tekanan masuk perguruan tinggi favorit, anak tumbuh dari sebuah perlombaan layaknya binatang,” ungkapnya. Ia menambahkan, beberapa tekanan bersifat internal. Orang tua telah membawa dan meletakkan anak mereka dalam sebuah tekanan. Mereka bekerja setiap hari hanya untuk melakukan melakukan itu. Sebagian besar diskusi dalam film ini oleh peserta yang hadir berfokus pada bagaimana persyaratan ujian standar telah mengubah bentuk belajar mengajar. “Ini adalah stres berkepanjangan. Anak saya bangun pagi hari dan ia nampak letih. Aku berkata, kau tampak letih? Ia menjawab, ya, aku sampai tengah malam,” kata salah satu orang tua. Peserta konferensi lain juga menunjukkan bagaimana pembelajaran telah berubah selama bertahun-tahun. “Saya telah mengajar sejak 15 tahun lalu dan sekarang itu semua telah berubah. Dulu kami tidak mengajar untuk standar kurikulum negara, kita bisa belajar semua hal yang menyenangkan,” ungkap salah satu guru. Silverman mengatakan bahwa anak-anak kita benar-benar stres. Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk bermain dan mereka tidak memiliki cukup waktu untuk keluarga. Kita sebagai masyarakat yang benar-benar ingin membawa kesadaran sehingga kita dapat membuat pilihan yang sehat bagi anak-anak kita. (apa/mba) |
| Ibu Saya Mengalami Depresi Berat Posted: 28 Mar 2012 06:34 PM PDT Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi
Tentang Dani Tri Astuti – Email Dani Tri Astuti
Pertanyaan: Ibu saya terlalu sering mengalami depresi dengan tetangga…kemanapun kita pindah rumah..selalu saja masalah ibu saya dengan tetangga…ya ini..ya itu…selalu saja seperti itu. Jika sudah merasa depresi atau sudah..ibu selalu jadi bengong, ngomong ngelantur, berpikir terlalu jauh, dan yang pasti selalu negative thinking. Tapi sulit nya adalah, beliau juga orangnya keras kepala…sulit sekali di nasehati..padahal saya dan adik sudah perlahan ngomongnya, bahkan tutur bahasa kita juga di atur terlebih dahulu. Sesekali ibu saya minumi obat untuk meregangkan depresinya…tapi lama-lama ibu ndak mau minum lagi. Padahal sudah saya bujuk…obat tersebut saya dapat dari resep dokter terdahulu…tapi sekarang ibu tidak mau di ajak control. Jadi terpaksa kita hanya bisa mengobati dari resep dokter tersebut. Yang saya tanyakan, bagaimana cara untuk menghilangkan kondisi ibu seperti ini secara perlahan2..karena beliau selain keras kepala. Beliau juga sangat sensitif….dan kurang bisa menerima arahan positif dari orang lain…karena hanya menganggap beliau sendiri yang benar…. Mohon bantuannya….karena sekarang beliau lagi mengalami depresi beberapa minggu ini… Jawaban: Dear V… Menurut saya, ibu anda memang harus ditangani oleh tenaga professional. Pemberian obat yang tidak tepat guna akan mempengaruhi kondisi ibu anda. Kalau boleh saya tahu, berapa usia ibu anda dan apa yang melatar belakangi kondisi ibu anda saat ini? Karena masa kini, merupakan hasil masa lalu. Kondisi yang sensitive dan cenderung menolak masukan dari orang disekitarnya maka, yang harus anda lakukan adalah menjadi pendengar yang baik bagi ibu anda. Mendengarkan dengan hati dan memberikan perhatian, dengan cara menegur "lagi apa ma?" atau anda bercerita tentang kejadian yang anda alami dalam satu hari ini, "ma.. tadi aku kerja.. terus.. blab bla bla…" komunikasi yang terjalin dengan baik ini, membuat self esteem ibu anda menjadi positif, dan merasakan bahwa keberadaannya di akui. Dalam bertanya jangan, control suara anda, sehingga ia tidak terpancing marah, karena nada suara anda dianggapnya mengintimidasi ibu anda. Beliau selalu merasa dirinya yang benar, wajar.. seseorang khususnya orang tua pastinya jika di kritik mereka akan melakukan defense, berarti cara anda yang salah. Ubah cara anda, jangan mengkritik, namun lebih kearah memberikan saran. Jika beliau, tidak memperdulikan maka biarkan saja, sesungguhnya beliau sedang berpikir mengenai setiap ucapan anda. Untuk mengurangi kondisi depress, maka yang harus di lakukan adalah relaksasi. Ajak ibu anda pergi berjalan santai, berikan kegiatan sesuai dengan minatnya, namun sebaiknya ajaklah ibu anda bertemu dengan tenaga professional, agar akar permasalahan beliau terpecahkan, dan kondisi baliau menjadi lebih stabil. |
| You are subscribed to email updates from Psikologi Zone - Portal Berita Psikologi Indonesia To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
