artikel asyik online

health beauty care

Jumat, 02 Maret 2012

PsikologiZone.com

PsikologiZone.com


Saling Menerima Kelebihan dan Kekurangan Pasangan

Posted: 01 Mar 2012 08:00 PM PST

Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi

Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi

Konsultasi oleh Israele Euaggelion, S.Psi. M.Psi, Psikolog berpengalaman dalam psychological testing di berbagai institusi pendidikan dan perusahaan Indonesia. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre "LOVE", assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.

Tentang Israele EuaggelionEmail Israele Euaggelion

Pertanyaan:

Saya sedang bingung entah mau dipertahankan atau tidak. saya menikah dengan suami saya dalam keadaan saya tidak perawan . Dari awal saya tau tidak akan bahagia dirinya (suami) menerima keadaan saya. Kini dia minta berpisah. Satu sisi saya sangat menyayanginya… tapi satu sisi saya juga tidak ingin membuat suami saya tambah sakit hati. Saya bimbang, binggung. Entah seperti apa. Saya minta solusinya… Terima kasih (Y, 24, Ibu Rumah Tangga)

Jawaban:

Dear Ibu Y,

Jika alasan suami ingin berpisah karena masalah Anda tidak perawan ketika menikah, maka Anda dapat membicarakannya terlebih dahulu dengan suami. Bicarakan kembali secara baik-baik mengenai komitmen yang telah Anda berdua ambil sebelum memutuskan untuk menikah. Tanyakan kepada suami mengenai harapannya terhadap diri Anda sebagai istrinya. Anda juga dapat meminta waktu untuk membuktikan kepada suami bahwa Anda tidak (secara sengaja) ingin menyakiti hatinya. Mintalah kepada suami segala kelebihan dan kekurangan Anda. Anda juga akan menerima segala kekurangan dan kelebihan suami. Buktikan kepada suami Anda bahwa Anda dapat menjadi istri yang baik dan setia jika ia memberikan kesempatan kepada Anda untuk membuktikannya.

Namun, sebelum Anda membicarakan kepada suami, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berdoa, minta tolong, dan meminta petunjuk kepada Tuhan. Mintalah Tuhan untuk menuntun Anda agar setiap pembicaraan yang Anda sampaikan tidak menyakiti hati suami dan menemukan jalan yang terbaik untuk kalian berdua. Hanya Tuhan yang sanggup mengubah hati suami Anda agar mau menerima diri Anda apa adanya. Akan tetapi, jika Tuhan berkehendak lain, mintalah kepada Tuhan agar diberikan kekuatan menghadapinya. Percayalah, bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih indah lebih dari pada yang kita pikirkan.

GOD has made everything beautiful in its time

Merasa Cemas Dilihat dan Diperhatikan Orang

Posted: 27 Feb 2012 03:17 AM PST

Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi

Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi

Konsultasi oleh Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi, Psikolog Berpengalaman sebagai konselor dan tester di beberapa institusi pendidikan dan rumah sakit. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre "LOVE", assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.

Tentang Dani Tri AstutiEmail Dani Tri Astuti

Pertanyaan:

Saya seorang gadis berusia 20 tahun, saya mempunyai masalah yang cukup mengganggu hidup saya. Hal ini sudah berlangsung lebih dari lima tahun, saya tidak tahu apa yang saya alami, apakah saya fobia atau hanya merasa cemas, setiap saya melakukan suatu hal atau kegiatan yang dilihat atau di perhatikan orang saya merasa cemas kemudian tangan saya mengalami tremor/gemetar, dari hal besar sampai hal kecil seperti minum, makan di hadapan orang ataupun menutup ballpoint saya merasa cemas dan akhirnya tangan saya gemetar. Sebenarnya apa yang terjadi dengan diri saya dan bagaimana cara mengatasinya? terimakasih (N.N., 20, Mahasiswi)

Jawaban:

Dear, N…

Apa saja yang anda alami, merupakan pengalaman yang dimiliki hamper semua orang namun, kadarnya berbeda-beda. Apakah salah bila cemas, jika berhadapan oleh orang banyak? Tentu saja tidak. Namun kuncinya bagaimana mengontrol rasa cemas itu, sehingga tidak mengganggu hidup anda.

Bisanya kecemasan seperti ini, ada pencetusnya. Sekarang coba anda ingat-ingat kembali, kejadian apa yang pertama kali, yang membuat anda menjadi pencemas. Biasanya pengalaman yang kurang mengenakan, yang terjadi sekitar lima tahun terakhir. Karena dengan anda, melakukan flash back setidaknya anda dapat mengetahui akar permulaan yang membuat anda cemas, sehingga jika anda dihadapkan dengan kejadian yang sama, anda dapat menggunakan koping yang lebih baik.

Koping adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi dari lingkungan. Ada dua macam, yaitu pemecahan (koping) yang terfokus pada ini masalah dan pemecahan (koping) yang terfokuskan pada emosi.

Apa yang harus anda lakukan?

Anda dapat melatih diri anda untuk mengurangi kecemasan yang menyelimuti anda, caranya :
Pertama, mengatur nafas anda. Dengan menarik nafas dalam-dalam sambil berhitung 1 hingga 10. Percayalah, dengan anda mengatur pola nafas, secara otomatis tubuh anda anda terkontrol, pemikiran negative anda (atas ketidakmampuan atau hal-hal yang mencemaskan) menjadi berkurang. Sehingga perilaku seperti tangan gemetar, akan berkurang.

Kedua, jika anda mendapat tugas untuk berbicara di hadapan orang banyak, perbanyak lah latihan. Gunanya untuk mengurangi kesalahan dalam berpendapat di hadapan orang. Cara yang dapat dilakukan yaitu bertahap. Mulai dari anda melatih berbicara di depan cermin, kemudian berbicara di depan keluarga, kemudian berbicara didepan sahabat, baru lah anda berbicara di hadapan orang banyak.

Ketiga, saat anda harus show off, anggap saja orang yang di hadapan anda adalah kumpulan anak-anak kecil yang tidak mengerti apa yang sedang anda jelaskan, sehingga yang paling memahami atas materi pembahasan adalah anda. Karena anda yang paling memahami, anda tidak perlu cemas. Yakin lah pada diri anda sendiri.

N, ingatlah dengan meningkatkan keyakinan diri dan kontrol diri anda, maka berhadapan dengan orang banyak tidak akan menjadi masalah. Satu lagi, setelah kamu mengetahui akar pencetus yang membuat anda menjadi cemas, maka ubah lah, cari jalan keluar yang terbaik dan yakinkan diri anda bahwa anda dapat melaluinya. Saya yakin, anda pasti dapat melakukannya, dan anda dapat menjalani hari-hari anda dengan lebih baik.

"Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa"

Dua Negara Bagian Amerika Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Posted: 25 Feb 2012 03:24 AM PST

Dua Negara Bagian Amerika Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Pendukung Gay Marriage (wdbj7)

Amerika Serikat, Psikologi Zone – Senat Negara Bagian Maryland, pada Kamis malam memilih untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, sebuah pertanda baru untuk mencapai pengakuan di antara pasangan gay dan lesbian. Gubernur Martin O’Malley berjanji menandatangani RUU itu menjadi undang-undang, yang telah disetujui pekan lalu oleh Dewan Delegasi.

“Semua manusia berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup dengan saling mengkasihi, peduli, komitmen, dan tinggal bersama, itu semua dilindungi berdasarkan hukum,” kata O’Malley dalam sebuah pernyataan setelah pemungutan suara.

Suara dari Negara Bagian Maryland diputuskan kurang dari dua minggu setelah Dewan Legislasi Negara Bagian Washington memutuskan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Hasil suara ini akan berlaku di musim panas, jika berhasil bertahan saat di pengadilan tinggi nanti.

American Psychological Association (APA), organisasi profesional terbesar untuk psikologi Amerika, telah lama mendukung pernikahan sesama jenis. Sesuai dengan DSM IV yang menyatakan bahwa homoseksual bukan lagi bentuk gangguan jiwa. Pada beberapa waktu lalu, organisasi tersebut mengeluarkan pernyataan pujian pada legalnya pernikahan sesama jenis dalam tatanan hukum.

Saat ini, enam negara bagian dan District of Columbia sudah mengeluarkan surat nikah sesama jenis, yaitu Connecticut, Iowa, Massachusetts, New Hampshire, New York dan Vermont. Lima negara bagian lain, yaitu Delaware, Hawaii, Illinois, New Jersey dan Rhode Island mengijinkan masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam pernikahan.

Anggota perlemen Negara Bagian New Jersey juga menyetujui pernikahan sejenis pada bulan ini, namun Gubernur Chris Christie mengajukan veto pada undang-undang ini. Dia mengatakan keputusan atas masalah ini harus ditentukan dalam referendum seluruh negara bagian.

Pihak oposisi National Organization for Marriage, organisasi yang menolak pernikahan sesama jenis, mengaku, para pemilik suara di Negara Bagian Minnesota dan North Carolina, akan mempertimbangkan proposal pada bulan November untuk melarang pernikahan gay di negara-negara bagian tersebut. Anggota Parlemen New Hampshire justru akan mempertimbangkan kembali pencabutan hukum pernikahan sesama jenis di negara bagiannya.

Organisasi ini berusaha untuk memperluas jaringan untuk mengembalikan undang-undang larangan pernikahan sesama jenis. Mereka melakukan gugatan sedikitnya di pengadilan 12 negara bagian, seperti Hawaii, Minnesota dan California.

Perubahan sikap pada pernikahan sesama jenis di Amerika sangat mencolok. Pada tahun 1996, ketika Kongres mendefinisikan pernikahan adalah persatuan antara seorang pria dan seorang wanita, 68% orang Amerika menentang pernikahan sesama jenis, dengan hanya 27% yang mendukung (Gallup polling). Pada bulan Mei 2011, justru semakin terbalik, dengan 53% orang Amerika mendukung dan 45% menentang.

Pada bulan November, Pew Research Center for the People & the Press melaporkan 46% masyarakat mendukung pernikahan sesama jenis dan 44% menentang. Pew Research mengatakan bahwa akan ada peningkatan pada masyarakat yang mendukung berdasarkan data lonjakan sebesar 9% dalam dua tahun.

“Tidak ada pertanyaan dengan begitu banyaknya orang Amerika telah berubah pikiran. Mereka membuka hati karena telah mendengar cerita tentang pasangan yang nyata dan berpikir permasalahan dalam pernikahan, kita sekarang memiliki momentum yang luar biasa untuk mengakhiri diskriminasi pernikahan,” kata Evan Wolfson, presiden dari organisasi Freedom to Marry, yang mengakui hak menikah bagi pasangan gay dan lesbian.

Pihak oposisi menolak hal ini dengan mengutip persetujuan 31 negara bagian dalam definisi pernikahan yang mengatakan bahwa penikahan adalah bentuk persatuan antara seorang pria dan seorang wanita. Brian Brown, presiden National Organization for Marriage mengatakan bahwa ia tidak percaya dengan polling yang menghasilkan, mayoritas orang Amerika sekarang mendukung pernikahan sesama jenis.

“Kenyataannya, dalam 31 negara bagian, di mana kami melakukan voting, para pemilih mengatakan bahwa mereka percaya pernikahan adalah persatuan antara seorang pria dan seorang wanita,” kata Brown. (cnn/mba)

Perilaku Impulsif dan Masalah Atensi Anak Karna Bermain Video Game

Posted: 24 Feb 2012 03:46 AM PST

Perilaku Impulsif dan Masalah Atensi Anak Karna Bermain Video Game

Ilustrasi (SD)

Amerika Serikat, Psikologi Zone – Perilaku impulsif membuat anak menjadi kecanduan dalam melakukan sesuatu tanpa terkendali dan sulit dicegah. Sedangkan anak yang mengalami masalah pada atensi memiliki kesulitan berkonsentrasi, melakukan dan mempertahankan perilaku untuk mencapai tujuan, terutama ketika seseorang mengalami kesulitan atau kebosanan.

Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa Anak yang mengalami perilaku impulsif dengan masalah pada atensi, akan memiliki tendensi bermain video game lebih banyak. Begitu juga sebaliknya, anak yang menghabiskan waktu terlalu banyak bermain video game, akan mengembangkan kecenderungan mengalami perilaku impulsif dan masalah atensi.

“Ini merupakan penemuan yang penting, mengingat banyak penelitian tentang masalah atensi difokuskan pada aspek biologi dan faktor genetik dari pada faktor lingkungan”, kata Douglas A. Gentile, PhD dari Iowa State University dan penulis dari penelitian ini, dikutip dari Science Daily (23/02).

Penelitian ini berjudul Video game playing, attention problems, and impulsiveness: Evidence of bidirectional causality dan dipublikasikan dalam journal Psychology and Popular Media Culture oleh American Psychological Association (APA).

Walaupun temuan menunjukkan bahwa bermain video game bertema kekerasan juga dapat dikaitkan dengan perilaku impulsif dan masalah atensi, namun jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain adalah fokus utamanya. Semua bentuk permainan video game menjadi faktor yang sama dalam mempengaruhi temuan ini. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, terlepas dari ras, jenis kelamin, atau status sosial dan ekonomi.

Penelitian ini dilakukan pada 3.034 anak dengan rentang usia 8 hingga 17 tahun dan telah dilakukan lebih dari tiga tahun di Singapura.

Tidak selamanya bermain video game memberikan efek negatif bila dalam kadar yang normal. Gentile juga memberikan catatan bahwa berdasarkan penelitian sebelumnya, permainan video game memiliki aspek positif dalam meningkatkan perhatian visual untuk lebih cepat mengenal dan menangkap informasi dengan akurat dari lingkungan.

Berbeda lagi bila seorang anak justru menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermain video game.

“Ada kemungkinan bahwa penggunaan media elektronik ini dapat mengganggu atensi yang diperlukan untuk konsentrasi bahkan konsentrasi dalam kemampuan untuk melihat dan memproses informasi visual,” kata Gentile.

Memahami lebih jauh tentang pengaruh lingkungan terutama permainan video game dapat membantu orang tua dalam memahami perilaku impulsif dan masalah atensi pada anak-anak mereka lebih efektif. (mba)

Bayi Pun Mengerti Konsep Keadilan

Posted: 23 Feb 2012 01:43 AM PST

Bayi Pun Mengerti Konsep Keadilan

Ilustrasi (SD)

Amerika Serikat, Psikologi Zone – “Itu tidak adil!” Mungkin ini adalah kalimat keluhan anak-anak. Bagaimana awalnya anak-anak dapat merasakan keadilan? Sebuah hasil penelitian baru telah menjawab pertanyaan ini.

“Kami menemukan bahwa usia 19 dan 21 bulan, bayi sudah memiliki harapan umum dari konsep keadilan, dan mereka dapat menerapkannya dengan tepat dalam situasi yang berbeda,” kata Stephanie Sloane, mahasiswa pascasarjana psikologi dari University of Illinois, dikutip dari Science Daily (18/2).

Penelitian ini dilakukan oleh Sloane melakukan penelitian bersama dengan Renée Baillargeon dan David Premack dari University of Pennsylvania, dipublikasikan oleh jurnal Psychological Science dari Association for Psychological Science.

Penelitian ini melakukan uji eksperimen pada empat bayi usia 19 bulan. Peneliti kemudian membawa kereta mainan dan berkata, “Saya punya mainan! Yay!”. Kemudian ia memberikan semua mainan tersebut pada satu bayi. Tiga bayi lainnya menunjukkan bahwa ada sesuatu yang aneh. Mereka melihat ke arah satu bayi yang mendapatkan mainan dengan sangat lama hingga kemudian mereka kehilangan minat.

Ekpersimen kedua dilakukan pada dua bayi perempuan usia 21 bulan. Mereka dihadapkan dengan dua keranjang dan mainan yang berserakan. Peneliti kemudian hadir dan berkata “Wow Lihatlah semua mainan! Sudah waktunya untuk membersihkan mereka.” Salah satu dari bayi tersebut kemudian memasukkan mainan ke dalam keranjang dan satu lagi tetap asyik bermain.

Peneliti kemudian memberikan hadiah pada masing-masing bayi, baik yang membersihkan maupun yang tetap bermain. Dalam skenario selanjutnya, ketika mereka berdua disuruh membersikan mainan, kedua bayi tersebut langsung mengambil hadiah tanpa ada yang membersihkan.

“Kami berpikir anak-anak dilahirkan dengan kerangka harapan umum tentang keadilan,” jelas Sloane.

Penerapan dan konsep keadilan sangat tergantung pada budaya dan lingkungan dimana bayi mereka dibesarkan. Beberapa budaya sangat menjunjung tinggi konsep berbagi lebih dari budaya lain, tetapi konsep dasar bahwa keadilan harus merata dan dialokasikan sesuai dengan usaha adalah bawaan dan universal. Hal ini diungkapkan oleh Sloane lebih lanjut.

Selain keadilan, penelitian telah menunjukkan pada kita bahwa anak-anak kecil juga memiliki harapan untuk tidak merugikan orang lain dan membantu orang lain dalam kesulitan. (mba)

 
Copyright 2010 dummy autoblog. All rights reserved.
© 2011 dummy autoblog | Powered by Blogger | Ping My Blog to : google - yahoo - bing - ask